Siswa Kelas 2 Laksanakan Outdoor di Mini Agrowisata Surabaya

Outdoor di Mini Agrowisata Surabaya
Momen Siswa Kelas 2 Belajar di Mini Agrowisata Surabaya, Senin (4/8/2025)

Hewan dan tumbuhan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita bersama. Keduanya perlu diperkenalkan sejak dini sehingga akan dapat menumbuhkan rasa peduli dan cinta terhadap lingkungan baik hewan maupun tumbuhan.

Sikap peduli, melestarikan, dan memanfaatkan merupakan bagian dari bentuk syukur kita kepada Allah, Sang Maha Pencipta.

Pada momen kali ini, siswa-siswi kelas 2 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya melaksanakan kegiatan outdoor learning di Mini Agrowisata yang berlokasi di Jl. Pagesangan II No. 56 Kota Surabaya, Senin (4/8). Kegiatan outdoor tersebut bertemakan “Bermain di Lingkunganku”.

Tema tersebut sengaja diambil sesuai tema pembelajaran yang secara implisit ramah terhadap lingkungan yaitu bermain sambil belajar. Seperti yang diungkapkan ustadzah Erlin saat membersamai siswa-siswinya.

Outdoor kali ini anak-anak kita ajak ke Mini Agrowisata untuk tujuan belajar yang fun. Anak-anak akan bisa lebih mengenal lingkungan sekitar, menumbuhkan rasa cinta terhadap hewan dan tumbuhan, dan juga bisa belajar tentang cara merawat dan melestarikan hewan dan tumbuhan,” katanya.

Lebih dari itu, guru kelas 2 Bakiak tersebut berharap siswa-siswinya bisa belajar secara langsung tentang jenis-jenis tanaman yg bermanfaat untuk kehidupan seperti untuk pengobatan maupun kesehatan.

“Pada akhirnya nanti anak-anak semakin cinta terhadap makhluk ciptaan Allah dan juga mempraktikkan cara merawat hewan dan tumbuhan di kehidupan sehari-hari mereka,” harapnya.

Di lokasi agrowisata tersebut, siswa dapat belajar sambil bermain seperti yang disampaikan bapak ibu guide Mini Agro Wisata setempat. Usai perkenalan, siswa dilontarkan pertanyaan, “Anak-anak, kita disini akan bermain sambil belajar seru. Siapa yang pernah kasih makan ikan?” tanya salah satu petugas dengan lantang.

Siswa yang antusias pun menjawab bahwa ia penasaran dan ingin memberi makan ikan. “Aku mau kasih makan ikan,” jawab siswa yang telah dibagi kelompok tersebut.

“Baik, disini nanti akan belajar banyak disini. Nanti kami ajak kalian melihat sejumlah tanaman, budidaya ikan, dan juga peternakan seperti kambing dan domba,” sahutnya.

Uniknya, siswa-siswi mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan anak domba secara langsung. Bahkan ada yang menggendongnya bukti mereka senang, peduli, dan memiliki rasa cinta terhadap lingkungan.

Khairu Ummah di Masjid At Taubah Surabaya

Khairu Ummah
Gus M. Iqbal Rahman Mengisi Kegiatan Khairu Ummah di Masjid At Taubah, Bubutan Surabaya pada Ahad (11/01/2026).

Kali ini Khairu Ummah tagar25 dilaksanakan masjid At Taubah di jalan Demak Barat I/39 ,PRM, Tembok Dukuh Surabaya. Tema yang diangkat yaitu "Kunci kesuksesan mendidik generasi rabbani". Dilaksanakan pada hari Ahad (11/01/2026).

Agenda demi agenda pada kegiatan bulanan tersebut dibacakan oleh Master of Ceremony (MC) yang diselenggarakan di dalam Masjid At Taubah Surabaya tersebut. Usai menyapa (greeting) para undangan yang hadir, MC mempersilahkan untuk agenda pertama yaitu pembacaan tilawah, lanjut pengukuhan kuartir cabang Hizbul Wathan, sambutan PCM Bubutan, dan agenda inti yaitu tausiyah.

Tausiyah kali ini diisi oleh Gus M. Iqbal Rahman, S.Pd dengan tema “Kunci Kesuksesan Mendidik Generasi Rabbani”. Sesuai tema, ia menjelaskan seputar cara mendidik anak ala sekarang. “Mendidik anak sekarang perlu diberi treatment berbeda jika dibandingkan dengan mendidik anak jaman dulu,” katanya. 

Dikatakan berbeda karena anak sekarang merupakan anak era teknologi. Bahkan ada pembagian era maupun generasi seperti era milenial yaitu tahun 1981 sampai 1996, Gen Z tahun 1997 sampai 2012, dan generasi alpha dari tahun 2013 sampai sekarang.

Sesuai tema yang diangkat yaitu kunci sukses mendidik anak, Gus M. Iqbal Rahman Alumnus UIN menjelaskan sebagai berikut, 

Pertama, sebagai orang tua kita harus mengajak dan membiasakan anak-anak untuk ikut pengajian (thalabul ilmi) dan juga beribadah di masjid. “Ke masjid ya sholat, pengajian, maus qur’an,” jelasya.

Kedua, mengkroscek bacaan sholat, apalagi sudah mumayyiz yang mana sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.


“Orang dulu, anak jika tidak sholat maka dipukul. Kalo jaman sekarang harus sabar, maka harus memiliki inisiatif agar nyaman kelada orang tuanya,” jelasnya.

Ia juga menghimbau kepada orang tua yang memiliki anak untuk bersikap santun dan lemah lembut agar anak bisa ikut lembut juga. Adapun kunci agar anak bisa lembut adalah mengenalkannya kepada Allah seperti mengajak mengaji, apa lagi usia anak sudah tingkat SMP maupun SMA.

Ketiga, mengajarkan ajaran Islam seperti berbicara sopan, menggunakan tangan kanan saat makan, mengajarkan anak untuk bersuci karena ilmu dasar Islam yang dipelajari adalah bab thaharah yaitu bab bersuci seperti berwudhu, tayamum, mandi junub, dan hadats kecil dan hadats besar.

Keempat, memilihkan pendidikan yang terbaik misalnya anak dipondokkan, bahkan sekarang banyak pondok modern syarat akan fasilitas yang lengkap dan nyaman seperti adanya boarding house.


“Hati-hati dengan teknologi, banyak anak generasi sekarang dijajah dengan 3F. Apa itu 3F? F pertama yaitu food (makanan),  hindari makanan yang manis-manis, lemak berlebih, minuman bersoda, mencegah dari mengonsumsi yang dilarang seperti narkoba. F kedua adalah fun main gadget boleh-boleh saja tetapi wahaye sekolah ya sekolah, waktunya sholat ya sholat, dan lain-lain. F ketiga yaitu fashion, pakaian yang glowing, make up yang berlebih untuk lebih diperhatikan lagi,” pesannya.