Dermaga Mini di Kali Tebu Surabaya

Dermaga Mini di Kali Tebu
Patung miniatur bayi menangis di kali Tebu Surabaya pada Kamis (1/10/2026)

Usai perbaikan jalan di sekitaran kali Tebu, antisipasi sampah di kali dan bantaran sungai terus dilakukan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk peduli pemerintah dan masyarakat terhadap keberlangsungan lingkungan yang bersih, terutama sungai.

Dalam hal ini, salah satu penyelenggara adalah yayasan kajian ekologi dan konservasi lahan basah (ECOTON). Upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi sungai dengan memasang pencegat sampah yang memanjang kedua sisi sungai. 

Hal itu bertujuan agar sampah-sampah yang terhanyut sungai berhenti di area tersebut dan diamankan, dipilah, hingga diangkut ke tempat semestinya sehingga sampah-sampah yang ada tidak sampai ke laut dan mencemari lingkungan.

Sampah yang tercegat dieksekusi menggunakan alat yang disebut minidock. Ini merupakan salah satu sarana maupun fasilitas di dermaga mini tersebut. tujuannya adalah untuk sekedar meniriskan air sampah sekaligus mengumpulkannyanya sebelum dilakukan pemilahan.

Proyek mozaik kali Tebu ini berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Penulis sangat mengapresiasi upaya tersebut karena hasilnya sangat terlihat. Kali sudah tidak bersampah lagi, jauh lebih baik dari sebelumnya.

Namun permasalahan serupa nampaknya tidak akan pernah berhenti sampai permasalahan utama dilakukan yaitu kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Sewaktu-waktu kondisi sungai tersangkut banyak sampah di minidock. Penulis memiliki sedikit rasa geram melihat kondisi tersebut.

Air sungai semakin tercemar jika banyak sampah. Berkumpulnya sampah bukan karena tiba-tiba, yakin ada tangan-tangan sekelompok orang yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Sehingga sampah, pada akhirnya menggenang dan bahkan menumpuk di sungai dan menjadi pemandangan yang tidak elok.

Uniknya, di dermaga tersebut terdapat patung ikonik yang menyerupai bayi yang dilumuri sampah dan dalam keadaan menangis jegil. Hal itu menggambarkan lingkangan yang kotor, sungai yang kotor akan akan berdampak buruk terhadap anak kecil sekarang, terutama generasi-generasi yang akan datang.

Kawasan kali tebu yang ECOTON menyebutnya sebagai kampung MOZAIK, mereka mengajak segenap masyarakat dari berbagai kalangan untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah yang ada di rumah, menghindari dari penggunaan plastik, dan saling menasehati lainnya jika dianggap melanggar pencemaran lingkungan. Tujuannya agar lingkungan menjadi bersih dan sehat untuk hari ini dan hari esok.

Wisata Edukasi Taman Joyoboyo Surabaya

Wisata Edukasi Taman Joyoboyo
Potret Wisata Edukasi Taman Joyoboyo Surabaya yang sedang ramai pengunjung Kamis (29/10/2026).

Baru-baru ini, ada wisata edukasi Joyoboyo yang berlokasi di lantai 4 TIJ Surabaya lho. TIJ atau singkatan dari Terminal Intermoda Joyoboyo merupakan salah satu gedung yang megah di Kota Pahlawan Surabaya.

Gedung tersebut merupakan milik Pemkot di bawah pengelolaan Dishub Surabaya. Jauh sebelumnya yang viral yaitu jembatan Sawunggaling dengan biaya Pembangunan cukup fantastis.

Beberapa waktu lalu, ada penambahan obyek wisata berupa terowongan bawah tanah yang digunakan sebagai akses jalan menuju Kebun Binatang (bonbin) Surabaya.

Tak hanya sekedar jalan, akses terowongan juga memberikan edukasi yang nyata ngunjung berupa video dan gambar-gambar hewan lengkap dengan narasinya. Terakhir ini, ada penambahan wisata yaitu Taman Edukasi Joyoboyo yang memberikan wahana edukasi seputar lalu lintas.

Apa yang ada di taman lalu lintas Surabaya? Berdasarkan pengalaman berkunjung, wisata taman lalu lintas terbuka untuk umum dengan biaya yang sangat murah. Pengunjung di bawah umur hanya dikenai tiket masuk sekitar 3rb hingga 5rb rupiah saja. Sementara untuk dewasa dikenai biaya tiket sebesar 5rb rupiah.

Taman lalu lintas memberikan wahana berbeda. Wahana seputar rambu lalu lintas bisa memberikan edukasi terhadap para pengunjung terutama untuk tujuan mendidik anak-anaknya tentang marka jalan dan keselamatan di jalan raya.

Disana ada rambu seperti stop yang artinya pengendara harus berhenti. Ada juga lampu lalu lintas yang berwarna hijau, kuning, merah. Saat lampu hijau itu pertanda pengendara harus berjalan, lampu kuning pengendara harus berhenti, dan lampu merah pengendara harus menghentikan kendaraannya.

Disana juga ada rekayasa akses jalan raya yang bisa diamati sekaligus dirasakan feel-nya. Berada di jalan raya bukan sekedar tetang menyeberang. Ada hal yang perlu diperhatikan saat berada di jalan raya. 
Misalnya, saat penjalan kaki mengakses jalan raya, mereka hanya bisa mengakses jalan hanya di trotoar saja. Trotoar merupakan salah satuakses bagi para pejalan kaki untuk tujuan tertentu.

Sementara itu, akses Ketika ingin menyeberang, pejalan kaki hanya bisa menggunakan zebra cross. Itu pun dengan catatan apabila telah terlihat lampu merah yang artinya semua kendaraan harus dalam keadaan berhenti. 

Demikian yang bisa menjadi salah satu pembelajaran.

Keunikan dari taman edukasi joyoboyo ini, disediakan fasilitas yang fun misalnya adanya wahana bermain seperti ada mandi bola, trampoline, perusutan, dan bersepedam sebagainya. Penulis merekomendasi taman edukasi Joyoboyo bisa dijadikan sebagai taman edukasi lalu lintas di Surabaya.