Iseng Bikin Agar-Agar, Hasilnya Begini

Iseng Bikin Agar-Agar, Hasilnya Begini
Bikin agar-agar ala saya, Ahad (17/8)

Iseng bikin agar-agar, penulis mendapatkan pengalaman berharga. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada hari Ahad (16/8/2026), saya bikin agar-agar setelah pengalaman eksperimen pertama yaitu bikin mi instan. 

Percobaan kali ini, menambah referensi bikin makanan ringan. Bagi penulis, cara bikin agar-agar terbilang mudah. Awalnya berasa sulit, namun terfikirkan setiap snack maupun makanan dalam kemasan yang perlu diolah, pasti ada tulisannya atau pun cara memasaknya.


Sama halnya dengan agar-agar ini, penulis sengaja membeli agar-agar yang masih dalam kemasan di toko Sakinah. Jumlahnya sebanyak tiga bungkus kemudian lanjut memasaknya ala saya. Awalnya sempat merasa bingung cara bikinnya, tapi pernah melihat orang memasak itu rasanya gampang? 

Adapun takaran yang  saya praktikkan tidak terlalu pasti, hanya mengira-ngira saja. Namun sesuai instruksi yang ada pada kemasan, kemudian menambahkan gula sesuai selera untuk mendapatkan sajian sesuai harapan. 

Dijelaskan dalam kemasan itu, kita harus menuangkan isi bungkus yang bentuknya serbuk itu. Kemudian menambahkan air putih kemudian lanjut dimasak. Nah, sambil di masak itu harus sambil diaduk-aduk hingga terebus dengan sempurna.


Ada cerita pada momen kali ini, karena memasak ini baru pertama kali, saya kecolongan sampai airnya meluap hingga membasahi kompor. 
Reflek pun timbul dengan mematikan kompor itu dengan segera kemudian kemudian menghidupkannya lagi setelah berhenti meluap.

Jujurly, kejadian itu sangat penting untuk pengalaman saya sehingga di kemudian hari tidak ada kesalahan lagi yang serupa.

Ketika dirasa mendidih dengan baik, akhirnya saya diamkan sejenak kemudian menuangkannya kedalam talam dan baskom yang sudah saya siapkan sebelumnya. Kemudian didiamkan sebentar dan lanjut ditaruh di kulkas. Selang beberapa waktu saya ambil daya potong-potong dan siap untuk dinikmati.

Alhasil, penulis bisa mempersembahkan agar-agar yang berwarna bening itu. Iseng Bikin Agar-Agar, Hasilnya Begini timbul rasa senang bikin agar agar ini apa lagi rasanya enak dan tidak mengecewakan. Saya berharap ini menjadi pengalaman yang baik dan kedepannya bisa bikin agar-agar yang lebih enak lagi dengan variasi yang lebih unik lagi.  

Langkah Ini Bikin TPS di Surabaya Makin Tertib dan Bersih

pengangkutan sampah dari TPS ke TPA
Momen Pengangkutan Sampah dari TPS Tembok Dukuh ke TPA Benowo Surabaya, Rabu (12/8/2026)

Keren Tempat Penampungan Sementara (TPS) Surabaya kini sudah berbenah. Penulis turut mengapresiasi usaha dan capaian ini sebagai langkah yang lebih maju, bersih, dan ramah lingkungan. 

Wali kota Surabaya, Erick Cahyadi selalu menekankan pentingnya Surabaya menjadi kota yang aman, tertib, bebas pungli termasuk menjaga keindahan kota.

Menciptakan lingkungan yang bersih, termasuk salah satu program yang diprioritaskan Wali Kota Surabaya, Langkah Ini Bikin TPS di Surabaya Makin Tertib dan Bersih termasuk kebersihan sampah di semua TPS pun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Perlu diketahui, TPS merupakan lokasi titik kumpul sampah sebelum diangkut ke TPA Benowo. TPS berfungsi untuk menampung sampah-sampah yang berasal dari masyarakat, biasanya petugas sampah direkrut oleh masyarakat setempat dan memberikannya upah dari iuran masyarakat.

TPS yang sudah ada sampahnya, diangkut oleh truk DLH menuju TPA yang ada di Benowo, Surabaya Barat.

Dalam ingatan penulis, dulu, pemandangan sampah yang berserakan masih terlihat, namun pembenahan yang tak lama ini, mampu mewujudkan TPS yang lebih bersih lagi.

Melansir dari laman www.surabaya.go.id berjudul “Ini Tujuan Wali Kota Eri Cahyadi Ubah Jadwal Pengangkutan Sampah Simak Penjelasannya” pada Senin (17/8), Pemkot melalui melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sengaja merubah jadwal pengangkutan dari TPS ke TPA.

Jadwal kali ini berbeda karena pengangkutan sampah dilakukan pada malam hari. Adapun tujuannya seperti yang disampaikan Wali Kota agar supaya memperlancar eksekusi sampah dan juga tidak mengganggu lalu lintas utamanya di jalan raya. 

Selain itu untuk tujuan efisiensi BBM termasuk perawatan armada sampah yang ada. Khusus untuk sampah yang berukuran besar seperti lemari dan kasur wajib dibuang TPA, bukan TPS. 

Beberapa momen yang lalu, penulis memberikan review lokasi di salah satu TPS yang ada di Kalibutuh, sebut saja TPS Tembok Dukuh. Kondisinya bersih dan kebetulan ada truk yang akan membawa sampah untuk tujuan TPA. 


Saat itu ada salah satu warga menitipkan sampah yang dibungkus kresek. Petugas pun memperbolehkannya. Di lokasi, terpampang jadwal gerobak masuk dan juga jadwal angkutan sampah ke TPA. Hal tersebut menandakan pentingnya ketertiban dan kedisiplinan dan juga kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan.