Guru Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah mendapatkan suntikan ilmu melalui pelatihan bermanfaat dari seorang founder MAKNA Consulting , Umar R. Hidayat, MPsi, CHt., CRM seputar Public Speaking Service di sekolah setempat, Sabtu (22/8/2026).
Pelatihan kali ini mengusung tema "Berkomunikasi Membangun Peradaban dengan Hati". Sebagai orang tua termasuk guru harus memperhatikan beberapa hal untuk bisa berkomunikasi dengan baik.
Uncle Syame, sapaan akrabnya memberi tahu cara mudah untuk sekedar mengetahui kepribadian dan karakter seseorang. Cukup menanya kabar dengan pertanyaan, “Apa kabarnya?”. Respon itu akan sangat terlihat dari jawabannya maupun raut mukanya.
Berkomunikasi melalui proses antara lain komunikator, pesan, saluran, dan komunikan.
Untuk menjalin komunikasi, kita harus ciptakan diri sebagai orang yang optimis. Membenahi sikap diri, termasuk menunjukkan kepribadian yang baik. Salah satu caranya adalah komunikatif, serius untuk berbicara, respek, perasaan welcome, dan menghargai orang lain.
Penulis menambahkan, komunikasi dengan cara relax bisa dilakukan dengan lontoran candaan, namun dengan tidak menyakiti. Tujuannya adalah agar komunikasi tidak terlalu santai dan menghindari suasana tegang atau semacamnya.
Sebagai isi dari komunikasi, kita harus greet terlebih dengan mengucap apa kabar atau selamat pagi, siang, sore, atau malam. Selanjutnya berkomunikasi melalui data maupun fakta informasi yang ada. Lanjut komunikasi secara responsive dengan menanyakan pertanyaan yang sering dikenal dengan 5wh plus 1 h dan terakhir adalah take action sesuai kebutuhan.
Sebagai pendidik kepada anak dalam stautus orang tua maupun guru itu penting dilakukan dengan baik. Jangan sampai mereka mengingat hal-hal yang buruk dari kita sebagai pendidik. Khawatir hal yang tidak baik, mereka tiru dan menjadi motivasi.
“Murid akan mengingat apa yang dialami saat bersekolah misalnya saat sekolah SD. Mereka akan teringat saat bersama guru, berdoa, dan belajar.” kata Uncle Syame.
Ia memberi pengalaman dirinya, termasuk mengajak para audience untuk mengingat semasa kecilnya misalnya saat diantar ke sekolah, dibawakan bekal, salim kepada orang tua, daln lain-lain.
Hal senada juga dirasakan saat berada di lingkungan sekolahm dimana ada sejumlah kenangan yang bisa diingat seperti saat bermain, belajar, dan bersosialisi dengan teman sebayanya dan bahkan gurunya. Hal baik harus continue dilakukan bisa jadi itu berdampak pada perkembangan anak didik di masa-masa yang akan datang.

