Lahir Anak Kedua, Nama Putri Kami Adibah

Lahir Anak Kedua, Nama Putri Kami Adibah
Suasana kebahagiaan dirasakan usai lahiran putri kami yang kedua bernama Adibah pada Jum'at (18/9/26)

Memiliki anak, bagi sepasang suami istri menjadi salah satu anugerah yang patut kita syukuri, Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang maha Pencipta. Hal tersebut benar-benar kami rasakan kembali setelah lahirnya anak kedua kami di RSUD Haji Surabaya pada Jum'at (18/09/2026).

Apa yang kami rasakan tentu merupakan anugerah dari Allah SWT dengan memiliki seorang putri yang sekarang masih status adebay. Kami beri nama ia Adibah Maheera Athara.

Masa-masa kehamilan Adibah

Adibah berada di dalam kandungan selama 9 bulan atau tepatnya 37 minggu lebih. Hal tersebut sesuai prediksi dokter kandungan yang kami datangi yaitu dr. Ananda yang kliniknya berada di daerah rumah sakit Karang Menjangan Surabaya.

Dr. Ananda juga pernah memeriksa dan bahkan menangani persalinan istri yang pertama. Bedanya terletak pada Lokasi, yang pertama di RS Pura sementara anak kedua ini RS Haji.

Sejumlah momen memeriksakan kandungan, diprediksi bahwa jenis kelamin anak kami adalah perempuan. Ia memberitahukan bahwa anak kami dalam keadaan sehat wal afiyat. 

Melalui alat Ultrasonografi (USG), ia mengatakan bahwa 95% bayi kami adalah perempuan karena tidak ada antena, istilah yang sering disebut sebagai calon bayi untuk laki-laki.

Mendengar hal itu bahwa anak kami dalam keadaan sehat, kami merasa sangat senang. Terkait jenis kelamin, mau laki atau pun perempuan tetap kami syukuri. 

Kami sekeluarga, saat itu selalu mendoakan agar saat lahiran dilancarkan oleh Allah SWT. Ibunya sehat pun anaknya, Insyaallah.

Sempat beberapa minggu sebelumnya, istri mengalami sedikit pendarahan. Dan langsung mengikuti saran dokter untuk memeriksakan kandungan ke rumah sakit rujukan yaitu RSUD Haji Surabaya tersebut.

Di pemeriksaan tidak sampai opname karena masih batas wajar dan tidak ada indikasi berbahaya kecuali jika terjadi pendarahan secara terus menerus maka perlu untuk kembali ke RS untuk ditindaklanjuti.

Ke rumah sakit saat itu hanya diberi pil untuk dikonsumsi dan Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa.

Beberapa hari kemudian, istri dijadwalkan untuk persiapan persalinan.
Sampai di rumah sakit tersebut, kami langsung ke IGD pada Kamis (17/8/2026).

Hal tersebut atas saran dr. Ananda. Rupanya, cairan yang keluar dari tubuh istri bukan ketuban melainkan cairan lain yang tidak disebutkan. Hal tersebut masih dalam kategori wajar mengingat usia kehamilan istri saya terbilang sudah tua.

Sesuai dengan jadwal pada Jum’at pagi (18/09/2026) sekitar pukul 09.00 WIB istri sudah dilakukan pemanggilan untuk persiapan operasi sesar. 

Alhasil, istri selamat dan anak lahir dengan selamat tanpa ada kendala suatu apapun.

Atas kelahiran tersebut, penulis memberitakan kebahagiaan kepada keluarga terdekat. Kurang lebihnya kalimatnya seperti ini
"Alhamdulillah telah lahir bayi perempuan kami, dari Ny. Dwi Susanti dan ust. Tahar hari ini Jum'at 18 Sept. 2026 pkl. 10.26 WIB dalam keadaan sehat. Detail singkat BB 2975 gr dan TB 49 cm".

Cara Komunikasi yang Baik Menurut Narsum Ini

Cara berkomunikasi yang Baik
Momen Uncle Syame mengisi materi seputar cara berkomunikasi dengan baik

Guru Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah mendapatkan suntikan ilmu melalui pelatihan bermanfaat dari seorang founder MAKNA Consulting , Umar R. Hidayat, MPsi, CHt., CRM seputar Public Speaking Service di sekolah setempat, Sabtu (22/8/2026).

Pelatihan kali ini mengusung tema "Berkomunikasi Membangun Peradaban dengan Hati". Sebagai orang tua termasuk guru harus memperhatikan beberapa hal untuk bisa berkomunikasi dengan baik.

Uncle Syame, sapaan akrabnya memberi tahu cara mudah untuk sekedar mengetahui kepribadian dan karakter seseorang. Cukup menanya kabar dengan pertanyaan, “Apa kabarnya?”. Respon itu akan sangat terlihat dari jawabannya maupun raut mukanya.

Berkomunikasi melalui proses antara lain komunikator, pesan, saluran, dan komunikan.

Untuk menjalin komunikasi, kita harus ciptakan diri sebagai orang yang optimis. Membenahi sikap diri, termasuk menunjukkan kepribadian yang baik. Salah satu caranya adalah komunikatif, serius untuk berbicara, respek, perasaan welcome, dan menghargai orang lain.

Penulis menambahkan, komunikasi dengan cara relax bisa dilakukan dengan lontoran candaan, namun dengan tidak menyakiti. Tujuannya adalah agar komunikasi tidak terlalu santai dan menghindari suasana tegang atau semacamnya.

Sebagai isi dari komunikasi, kita harus greet terlebih dengan mengucap apa kabar atau selamat pagi, siang, sore, atau malam. Selanjutnya berkomunikasi melalui data maupun fakta informasi yang ada. Lanjut komunikasi secara responsive dengan menanyakan pertanyaan yang sering dikenal dengan 5wh plus 1 h dan terakhir adalah take action sesuai kebutuhan. 

Sebagai pendidik kepada anak dalam stautus orang tua maupun guru itu penting dilakukan dengan baik. Jangan sampai mereka mengingat hal-hal yang buruk dari kita sebagai pendidik. Khawatir hal yang tidak baik, mereka tiru dan menjadi motivasi.

“Murid akan mengingat apa yang dialami saat bersekolah misalnya saat sekolah SD. Mereka akan teringat saat bersama guru, berdoa, dan belajar.” kata Uncle Syame.

Ia memberi pengalaman dirinya, termasuk mengajak para audience untuk mengingat semasa kecilnya misalnya saat diantar ke sekolah, dibawakan bekal, salim kepada orang tua, daln lain-lain. 

Hal senada juga dirasakan saat berada di lingkungan sekolahm dimana ada sejumlah kenangan yang bisa diingat seperti saat bermain, belajar, dan bersosialisi dengan teman sebayanya dan bahkan gurunya. Hal baik harus continue dilakukan bisa jadi itu berdampak pada perkembangan anak didik di masa-masa yang akan datang.