6 Alasan Kita Harus Support Palestina

Support Palestina
6 Alasan Kita Harus Support Palestina. Sumber gambar reels facebook @Agung AUDIO entitled Qosidah sholawat "Atuna Tu Fuli", Senin, (16/3)

tangteks- Mengapa kita sebagai umat Muslim harus support maupun mendukung negara Palestina? Pertanyaan ini akan menjadi titik fokus dalam pembahasan kali ini.

Secara geografis, Palestina merupakan salah satu negara yang letaknya cukup jauh dari negara kita, Indonesia. Jaraknya sekitar 9.000 kilo meter dan jika ke lokasi bisa menempuh waktu 12 jam melalui penerbangan.

Selain itu, negara palestina berada di kawasan timur tengah (timteng) yang mayoritas beragama Islam. Negara tersebut berdampingan dengan negara lainnya seperti Lebanon, Suriah, Mesir, Irak, Kuwait, Bahrain, Qatar, UEA, Iran, dan lainnya.

Usut punya usut, negara Palestina memiliki hubungan erat dari segi persaudaraan, agama, dan hubungan diplomatik. Berikut penulis merangkum 6 alasan mengapa kita harus support terhadap bangsa dan negara Palestina.

Pertama, Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan
Bangsa Palestina cukup lama ditindas oleh bangsa Israel. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan invasi dan eskalasi terhadap bangsa Palestina, khususnya wilayah di Gaza. Banyak negara Muslim dan bahkan nonmuslim mengecam tindakan tersebut karena tidak selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Kedua, bangsa Palestina adalah saudara kita
Bangsa Palestina mayoritas beragama Islam. Di Gaza sendiri presentasi warga Gaza yang  beragama Islam mencapai 99%. Disebutkah dalam shahih bahwa antara muslim yang satu dengan lainnya adalah saudara. Bahkan tidak halal bagi mereka itu saling membenci.

Ketiga, sujumlah nabi berasal dan hijrah ke Palestina
Banyak nabi maupun rasul menapaki daratan Palestina seperti nabi Isa, nabi Musa yang hijrah dari Mesir ke Palestina. Nabi Ibrahim lahir di Iraq dan kemudian hijrah juga ke Palestina. Selain itu juga ada nabi Ishaq dan nabi Ismail. Nabi kita, Muhammad SAW ke Palestina atas perintah Allah.

Keempat, Palestina menjadi jejak syiar para nabi
Salah satu nabi yang menyebarkan agama Allah adalah nabi Isa. Ia lahir di Palestina, besar di Palestina, dan diangkat pun dari Pelestina.

Kelima, Palestina ada di kitab suci umat Islam
Masjid Al Aqsa terletak di Palestina. Masjid al aqsa merupakan tempat suci bagi umat Islam selain Makkah dan Madinah. Masjid al aqsa juga merupakan qiblat pertama umat Islam saat shalat, yang kemudian dialihkan ke ka’bah. Masjid al aqsa juga menjadi salah satu lokasi dalam peristiwa isra mi’raj nabi Muhammad SAW.

Keenam, bangsa Palestina berjasa atas kemerdekaan Indonesia
Usai merdeka, para diplomat Indonesia melobi negara lain untuk support dalam upaya keberlangsungan pemerintahan negara. Salah satu yang dibutuhkan saat itu adalah dana. Beruntungnya, para diplomat seperti Agus Salim mendapati suntikan dana besar dari warga Palestina bernama Muhamamd Ali Taher.

Kisah Umayyah bin Khalaf

Kisah Umayyah bin Khalaf
Kisah Umayyah bin Khalaf. Sumber gambar Youtube Channel @ Nas Islami, Sabtu (14/3/2026)

Seperti yang kita ketahui, tidak semua kaum quraisy mau ikut beriman kepada rasulullah meski beliau, rasulullah Muhammad SAW sendiri berasal dari kalangan kaum quraisy. 

Rasulullah menjadi suku quraisy melalui jalur keturunan yang disebut bani Hasyim Disebutkan dalam sejarah, kaum quraisy merupakan suku paling berpengaruh yang ada di kota Mekkah saat itu.

Hadirnya rasullulah dari kaum tersebut, tidak berarti mudah dalam menjalankan upaya mengajak agama Allah yang benar. Ada sebagian pemimpin quraisy dan keluarga membenci bahkan menantangnya. Simak Sosok Paman Nabi Muhammad SAW yang Sangat Benci Islam di link tersebut.

Salah satu contoh pimpinan quraisy yang membenci kaum muslimin saat itu adalah Abu Jahal dan Umayyah bin Khalaf. Mereka berdua tidak mau beriman kepada Allah dan rasulnya.

Adapun fokus kali ini adalah kisah Umayyah bin Khalaf

Ia dikenal sebagai tokoh yang tidak mau beriman, bahkan ia pembenci Islam kala itu. Ia dikenal sebagai orang suka mencela dan menghina, khususnya kepada kaum muslimin saat itu.

Kisah prediksi terbunuhnya Umayyah bin Khalaf. Prediksi terbunuhnya Umayyah bin Khalaf telah dikabarkan oleh rasulullah Muhammad SAW kepada para sahabatnya. Adapun berita terbunuhnya Umayyah sampai ke orangnya sendiri melalui sahabat rasulullah bernama Saad bin Muadz.

Singkat cerita, Saad melakukan perjalanan dagang, dan melalui kota Mekkah. Kemudian terbesit di dalam hatinya untuk melakukan thawaf di ka'bah. Hal tersebut sulit dilakukan tanpa orang dalam. Kemudian ia mengirim surat kepada temannya bernama Umayyah bin Khalaf tersebut.

Saad bin Muadz adalah dari kaum muslimin Madinah, sementara Umayyah bin Khalaf pimpinan quraisy yang dholim. Walau beda keyakinan, saat itu masih berteman baik, sampai-sampai memberi rasa aman untuk sekedar bertamu dan melakukan thawaf. 

Tak berlangsung lama, usai ketahuan Saad bin Muadz berada di Mekkah, pimpinan quraisy lainnya bernama Abu Jahal melarangnya ke luar Mekkah dan bahkan mengancam membunuhnya. Saat itulah terjadi perseteruan terhadap pimpinan quraisy, termasuk Umayyah bin Khalaf yang menurut riwayat lebih condong membela Abu Jahal.

Di tengah-tengah perseteruan itu, Saad mengabarkan bahwa sebentar lagi Umayyah bin Khalaf akan dibunuh oleh kaum Muslimin. Singkat cerita, Umayyah bin Khalaf terbunuh dalam perang badar. Wallahu a’lam bishawab.