Kacong Cebbing Lestarikan Baju Adat Madura

Kacong Cebbing
Kacong Cebbing Madura

Berbagai macam kegiatan pembelajaran, khususnya di tingkat dasar dan menengah banyak mengangkat tema budaya. Budaya merupakan salah satu warisan yang dijaga. Salah satunya adalah memperkenalkan budaya maupun adat wilayah tertentu kepada generasi selanjutnya sebagai bentuk upaya menambah wawasan, mengenal hingga melestarikannya.

Mengulik suatu budaya di wilayah tertentu cukup kompleks, mengingat Indonesia kaya akan keberagaman. Wilayah yang sering diangkat sebagai sarana edukasi adat di Indonesia antara lain, adat suku Betawi, Bali, Madura, Dayak, Papua, dan lainnya.

Namun akan lebih mudah jika dikategorikan yang lebih spesifik seperti rumah adat, alat musik, senjata tradisional, makanan, tarian, bahasa, dan tradisi yang populer.

Budaya tersebut ada yang dipentaskan, dikemas dalam bentuk drama dengan bahasa tradisional. Selain itu juga ada yang berupa tampilan diambil dari tarian tradisionalnya.

Bentuk lain adalah pameran yang biasanya dipamerkan di booth yang unik, dimana di dalamnya ada hal yang identik dengan adat wilayah tersebut. biasanya berupa miniatur-miniatur yang dibuat sendiri melalui kreativitas yang dimiliki.

Berikut adalah contoh teks presentasi memperkenalkan suku adat Madura untuk level SD. 

Ave: "Assalamualaikum Wr. Wb. Kami dari kelompok Suku Madura ingin mempresentasikan tentang kebudayaan Madura. Sebelum itu, perkenalkan nama saya ...nama saya....dst.

Reyvan: Pulau Madura terletak di Provinsi Jawa Timur. Di sana terdapat 4 kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Berikut adalah ciri-ciri khas dari Suku Madura."

Reyyan: "Tradisi khas Madura salah satunya adalah Kerapan Sapi. Karapan sapi adalah kegiatan lomba yang dilakukan untuk mengadu kecepatan menggunakan tenaga sapi. Kegiatan tersebut dilakukan oleh seorang joki berdiri di belakangnya".

Gita: "Makanan tradisional khas Madura adalah sate. Sate Madura.

Abyan: "Rumah adat Madura adalah Tanean Lanjhang. Bangunan ini umumnya terbuat dari kayu dan menggunakan atap genteng."

Cila: "Tarian tradisional Madura adalah tari Tanduk Majeng. Tarian ini menceritakan tentang perjuangan masyarakat Madura yang menjadi nelayan. Mereka harus menghadapi berbagai bahaya di laut."

Reza: "Baju adat Madura terdiri dari Pesa'an (Sakera) dan Marlena, seperti yang kami pakai saat ini.

Darwis: "Senjata tradisional khas Madura adalah celurit."
Darwis: Demikian presentasi dari kami. Wassalamu'alaikum wr.wb.

Lahir Anak Kedua, Nama Putri Kami Adibah

Lahir Anak Kedua, Nama Putri Kami Adibah
Suasana kebahagiaan dirasakan usai lahiran putri kami yang kedua bernama Adibah pada Jum'at (18/9/26)

Memiliki anak, bagi sepasang suami istri menjadi salah satu anugerah yang patut kita syukuri, Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang maha Pencipta. Hal tersebut benar-benar kami rasakan kembali setelah lahirnya anak kedua kami di RSUD Haji Surabaya pada Jum'at (18/09/2026).

Apa yang kami rasakan tentu merupakan anugerah dari Allah SWT dengan memiliki seorang putri yang sekarang masih status adebay. Kami beri nama ia Adibah Maheera Athara.

Masa-masa kehamilan Adibah

Adibah berada di dalam kandungan selama 9 bulan atau tepatnya 37 minggu lebih. Hal tersebut sesuai prediksi dokter kandungan yang kami datangi yaitu dr. Ananda yang kliniknya berada di daerah rumah sakit Karang Menjangan Surabaya.

Dr. Ananda juga pernah memeriksa dan bahkan menangani persalinan istri yang pertama. Bedanya terletak pada Lokasi, yang pertama di RS Pura sementara anak kedua ini RS Haji.

Sejumlah momen memeriksakan kandungan, diprediksi bahwa jenis kelamin anak kami adalah perempuan. Ia memberitahukan bahwa anak kami dalam keadaan sehat wal afiyat. 

Melalui alat Ultrasonografi (USG), ia mengatakan bahwa 95% bayi kami adalah perempuan karena tidak ada antena, istilah yang sering disebut sebagai calon bayi untuk laki-laki.

Mendengar hal itu bahwa anak kami dalam keadaan sehat, kami merasa sangat senang. Terkait jenis kelamin, mau laki atau pun perempuan tetap kami syukuri. 

Kami sekeluarga, saat itu selalu mendoakan agar saat lahiran dilancarkan oleh Allah SWT. Ibunya sehat pun anaknya, Insyaallah.

Sempat beberapa minggu sebelumnya, istri mengalami sedikit pendarahan. Dan langsung mengikuti saran dokter untuk memeriksakan kandungan ke rumah sakit rujukan yaitu RSUD Haji Surabaya tersebut.

Di pemeriksaan tidak sampai opname karena masih batas wajar dan tidak ada indikasi berbahaya kecuali jika terjadi pendarahan secara terus menerus maka perlu untuk kembali ke RS untuk ditindaklanjuti.

Ke rumah sakit saat itu hanya diberi pil untuk dikonsumsi dan Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa.

Beberapa hari kemudian, istri dijadwalkan untuk persiapan persalinan.
Sampai di rumah sakit tersebut, kami langsung ke IGD pada Kamis (17/8/2026).

Hal tersebut atas saran dr. Ananda. Rupanya, cairan yang keluar dari tubuh istri bukan ketuban melainkan cairan lain yang tidak disebutkan. Hal tersebut masih dalam kategori wajar mengingat usia kehamilan istri saya terbilang sudah tua.

Sesuai dengan jadwal pada Jum’at pagi (18/09/2026) sekitar pukul 09.00 WIB istri sudah dilakukan pemanggilan untuk persiapan operasi sesar. 

Alhasil, istri selamat dan anak lahir dengan selamat tanpa ada kendala suatu apapun.

Atas kelahiran tersebut, penulis memberitakan kebahagiaan kepada keluarga terdekat. Kurang lebihnya kalimatnya seperti ini
"Alhamdulillah telah lahir bayi perempuan kami, dari Ny. Dwi Susanti dan ust. Tahar hari ini Jum'at 18 Sept. 2026 pkl. 10.26 WIB dalam keadaan sehat. Detail singkat BB 2975 gr dan TB 49 cm".