Yuk, Belajar Apa itu Istilah Sutet

Istilah Sutet
Salah satu tower SUTET di Pemkot Probolinggo, Senin (23/3/2026)

Dalam dunia listrik ada istilah kabel, tiang, dan tower. Kabel dan tiang listrik sering kita lihat di pinggir jalan. Ada kabel yang tipis ada juga yang tebal. Semua kabel bergelantungan satu sama lainnnya dan tiang sebagai penyangganya.

Berbeda dengan tower, istilah tower berarti menara untuk distribusi listrik dengan tegangan yang sangat tinggi. Selain petugas, masyarakat sipil dilarang keras beraktivitas di sekitar tower demi keselamatan menghindari sengatan listrik yang mematikan.

Kondisi tower milik PLN tersebut sangatlah tinggi. Menjulang ke langit dengan tinggi bisa mencapai 123 meter. Tower memiliki struktur fully baja yang sangat kokoh serta memiliki daya tahan saat cuaca panas dan hujan.

Umumnya bagian bawah tower dibatasi dengan pagar dan diberi peringatan (warning) dengan tulisan "Awas Berbahaya" lengkap dengan simbol tegangan listrik yang aktif.

Melansir dari sejumlah sumber, fungsi dari pada tower ini adalah sebagai penyangga kabel dan isolator yang pada akhirnya bisa menyalurkan listrik dari pembangkit ke gardu listrik. Tower dibangun sangat tinggi demi keselamatan arus listrik yang bisa bergejolak, khususnya tanah dan bangunan yang ada sekitar bawahnya.

Uniknya, tower diistilahkan dengan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi). Secara umum, memiliki tegangan listrik hingga mencapai 500 kV (kilovolt). 

Mengutip dari laman Youtube @muhal-Creation pada Rabu (25/3), ada sejumlah bagian dari tower SUTET tersebut antara lain tower sebagai penyangga, konduktor fasa untuk menyalurkan arus listrik. Kemudian ada isolator untuk mengisolasi antara konduktor dengan towernya. 

Kemudian ada konduktor tanah untuk proteksi petir. Adapun komponen lainnya terdiri dari klem, damper, armor rod, spacer, dan balistor. Terakhir ada grounding. 

Tower SUTET didirikan di lahan yang tidak menentu. Terkadang dibangun di lahan warga dengan cara sewa. Terkadang lagi di lahan milik pemerintah daerah setempat. Semua pembangunan tower, pihak PLN menggandeng pihak terkait guna izin dan kesepakatan. 

Penulis mendapati pengalaman mengamati SUTET di lokasi fasum milik Pemkot Probolinggo, Senin (23/3/2026), tepatnya di perum Green Madani Jl. Kali Ciliwung. Kondisi tower sagat tinggi. Bagian bawah dipagari dan ada warning bertuliskan “Awas Bahaya”.

Bahagia Lantaran Dari 4 Hal Ini

Bahagia Lantaran Dari 4 Hal Ini
Kh. Abdullah Khon Tobroni menjelaskan Bahagia Lantaran 4 Hal. Sumber foto by ss Youtube Channel @officialduniashooting, Selasa (24/3/2026).

Semua orang ingin bahagia. Bahagia merupakan nikmat yang spesial dan luar biasa yang diberikan Allah kepada hambanya insan individu maupun kelompok. Bahagia merupakan perasaan senang serta perasaan puas terhadap sesuatu yang dirasakan langsung oleh jiwa.


Orang yang mendapatkan kebahagiaan biasanya akan merefleksikan diri dalam bentuk syukur melalui ucapan hamdalah, senyuman, tawaan, dan bahkan tangisan.

Hal tersebut menandakan bahwa setiap orang akan berbeda emosional dalam hal menerima kebahagiaan tersebut.

Pada kesempatan kali ini akan dibagikan referensi tentang dari mana kebahagiaan itu mungkin datang. Melansir dari laman facebook @Jamal Insaf. KH. Abdullah Khon Tobroni asal Bangkalan menjelaskan ada macam Bahagia Lantaran Dari 4 Hal Ini yaitu sebagai berikut.

Pertama, bahagia dari anak. Orang bahagia itu bisa berasal dari anak putu.

Anak yang shalih/shalihah bisa mendatangkan kebahagiaan dan kedamaian pada diri orang tua. Anak yang shalih dan shalihah tak hanya mendatangkan kejembaran dunia, melainkan juga akhirat. Seperti yang dijelaskan dalam hadits yang artinya, akan putus amal seseorang melainkan 3 perkara yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak shalih/shalihah.

Kedua, bahagia lantaran istri yang taat kepada suaminya

Istri yang taat bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi setiap keluarga kecilnya. Suami berangkat bekerja terasa tentram saat dilayani menyiapkan baju, sarapan, dan doa hangat. 

Pun saat suami pulang, dalam kondisi lelah, istri pun menyambutnya dengan baik. Betapa bahagia mempunyai istri yang shalihah.

Ketiga, bahagia karena rizki berlimpah 

Rizki berlimpah bisa karena jabatan tinggi, usahanya dilancarkan oleh Allah SWT. Bagi petani, tanamannya tumbuh subur, sampai memanennya dengan hasil penuh berkah. Bagi yang beternak, hewan ternaknya bereproduksi banyak.

“Se aobu sape abuduk melolo” demikian jelasnya Kh. Khon dalam bahasa Madura terkait contoh bagi peternak yang memelihara sapi, sapinya beranak terus menerus.

Keempat, bahagia lantaran tetangga


Tetangga mungkin dianggap sebelah mata secara urusan keluarga. Tetapi nyata jika ada musibah, tetangga adalah yang sangat dibutuhkan. 

Tetangga akan menjadi penyebab kebahagiaan datang jika “Tetangga padha e sae kabhi” saling rukun, toleransi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.

Beda cerita jika dengan tetangga tidak saling baik dan tidak akur. Hidup akan semakin ruwet, terutama jika 4 hal di atas justru kebalikannya.