Begini Rasanya Naik Gunung Bagi Pemula

gunung bokong
Momen kebersamaan dalam momen daki gunung Bokong 1.746 MDPL pada Ahad 5 Juli 2026

Menaiki dan camp di di atas gunung menjadi pengalaman baru bagi saya yang tidak mudah dilupakan. Pasalnya, banyak cerita yang mungkin tidak bisa semua dibagkan melalui blog tangteks ini.

Pada kesempatan ini, penulis ingin menceritakan sekelumit cerita maupun pengalaman mendaki gunung untuk pertama kalinya Begini Rasanya Naik Gunung Bagi Pemula benar-benar unforgettable.

Sejumlah rekan, memberikan apresiasi terhadap saya karena langsung mendaki gunung dengan 1.746 MDPL gunung Bokong. Selain itu, menurut sebagian orang, ketinggian itu tidak cukup recommended dilalui terkhusus bagi pendaki pemula. 

Disarankan untuk menggapai gunung dengan ketinggian yang lebih rendah di bawah 1.500 MDPL. Apa ada gunung dengan ketinggian di bawah 1.500 MDPL?

Namun apa daya, penulis telah melaluinya dengan cukup baik tanpa ada rintangan yang begitu berarti. Untuk itu, saya mempunyai segudang cerita saya alami mulai dari keberangkatan hingga kepulangan balik ke kota Surabaya tercinta.


Perspektif bagi pendaki yang berpengalaman, menjadi nilai recommended jika mendaki gunung pada malam hari. Hal tersebut karena sejumlah alasan. Yuk, lanjut ceritanya begini rasanya naik gunung bagi pemula, seru tidak?

Sampai di lokasi pada malam hari dan menyibukkan diri memasangkan tenda, makan, dan lanjut istirahat. Paginya, bisa langsung melihat sunrise dengan sejuta keindahan alam yang menakjubkan.

Sebagian pengalaman saat mendaki gunung Bokong, penulis merasakan sensasi yang mengarah pada tantangan. Jujurly, ada kekhawatiran, bisakah sampai tujuan dengan mudah ataukah sebaliknya.

Bagi penulis, mendaki gunung Bokong pada malam hari itu membutuhkan ekstra perjuangan. Disamping hawanya yang dingin, langkah kaki yang menanjak itu membuat nafas terengah-engah apalagi pendaki pemula seperti saya ini.

Penulis berfikir, pembiasaan mendaki akan menciptakan pendakian yang jauh lebih ringan dari sebelumnya.

Ditengah pendakian, sudah mulai menikmati citylight yang menakjubkan. Sampai dilokasi pun citylight masih menarik hati bagi penulis secara pribadi. Usai mendirikan tenda dan makan malam badan butuh istirahat cukup untuk memulihkan stamina untuk melanjutkan kegiatan keesokan harinya.

Hal yang menjadi pembelajaran adalah kekompakan tim untuk saling bahu membahu menuntaskan tantangan yang ada. Baru keesokan harinya itu, tiba bagi kami untuk menikmati pemandangan alam yang begitu indah.

Pagi awal, pengunjung gunung Bokong mulai kemeriek dengan suara-suaranya menikmati pemandangan dan memulai kegiatan pagi. Banyak pengunjung yang masak, sarapan, ngobrol bersama rekan, hingga berfoto ria dengan latar pemandangan gunung yang indah.

Selesai agenda itu, dilanjutkan berfoto bersama dan lanjut turun persiapan pulang.


Rupanya, effort tidak berhenti. Butuh stamina dan menjaga keseimbangan badan saat turun gunung Bokong. Debu yang berseliweran menjadi salah satu kendala bagi penulis. Namun tidak menyurutkan semangat untuk sampai ke bawah dan menuju pulang.

Penulis pribadi, ingin mengucapkan terimakasih kepada pak Yuli dan rekan lainnya karena tanpa kebaikan kalian itu, saya tidak mendapatkan pengalaman yang  unforgettable ini.

Bagi Anda yang minat untuk mendaki dengan fasilitas camp, baik personal maupun kelompok, bisa menghubungi pak Yuli melaui program Family fun camp di nomor O8533XX27858 (WA only).

Potret Anak Bermain Bola Saat Jalan Ditutup

Potret Anak Bermain Bola Saat Jalan Ditutup
Momen sejumlah anak tengah asyik bermain bola saat jalan Kedung Mangu Timur ditutup, Sabtu (1/8/2026).

Potret beberapa anak tengah asyik bermain sepak bola dalam momen penutupan jalan di Kedung Mangu Timur, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kota Surabaya pada Sabtu sore (1/8/2026). 

Terpantau sehari sebelumnya pada Jum’at, tepatnya pada malam harinya, proyek gorong-gorong sudah terpasang dengan baik dan lanjut pengecoran yang sementara satu sisi jalan.

Efeknya, jalan Kedung Mangu Timur ditutup total demi hasil pengecoran jalan yang baik. Sore harinya, anak-anak memanfaatkan momen di jalan Kedung Mangu tersebut untuk sekedar bermain sepak bola ringan.

Bagaimana tidak, biasanya jalan yang selalu ramai dan berlalu lalang kendaraan tiba-tiba kosong plong. Potret Anak Bermain Bola Saat Jalan Ditutup hal ini menjadi hal menarik bagi sejumlah anak warga setempat memanfaatkan jalan raya yang sepi tersebut.

Penulis menjumpai dan menghampiri sejumlah anak bermain sepak bola tepatnya di Kedung Mangu Timur di depan toko Sakinah. 

Terlihat mereka asyik bermain, ada yang menggunakan alas kaki dan sebagian tidak. Walau sekilas terlihat tidak bahaya, namun karena proyek belum sepenuhnya selesai, beresiko jika tidak menggunakan alas kaki. Dikhawatirkan ada batu kerikil dan sebagainya.

Tidak ada hal bahaya secara signifikan, tetapi penulis menyarankan penting menggunakan alas kaki demi alasan keamanan (savety).


Sebelumnya, warga telah mendapatkan kabar maupun informasi dari aparat setempat bahwa akan ada proyek jalan berupa pekerjaan pembangunan saluran U-Dicth di jalan Kedung Mangu Timur mulai dari 16 Juli sampai 21 September 2026.

“Diinfokan bahwasannya akan ada penggalian gorong-gorong di tengah jalan, jalan Kedung Mangu Timur ke arah barat Jl. Kedung Mangu. 
Dimulai pekerjaannya nanti malam jam 9 malam sampai pagi jam 5. Pekerjaan dimulai hari ini 16 juli 2026 sampai tgl 30 september 2026. Oleh karena itu jalan menuju arah Kedung Mangu ditutup total pada malam hari. Demikian ini info yang saya dapat dari kelurahan atas perhatiannya terima kasih,” pesan ketua RT 11.


Para pengendara memaklumi penutupan sementara jalan tersebut dan memilih alternatif jalan seperti Kedung Mangu Timur I dan sekitarnya. Kondisi jalan ditutup total di jam malam sampai jam pagi. Penulis berharap proyek berjalan dengan baik dan merasakan manfaat dari infrastruktur yang nyaman dan terhindar dari banjir.