Potret Anak Bermain Bola Saat Jalan Ditutup

Potret Anak Bermain Bola Saat Jalan Ditutup
Momen sejumlah anak tengah asyik bermain bola saat jalan Kedung Mangu Timur ditutup, Sabtu (1/8/2026).

Potret beberapa anak tengah asyik bermain sepak bola dalam momen penutupan jalan di Kedung Mangu Timur, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kota Surabaya pada Sabtu sore (1/8/2026). 

Terpantau sehari sebelumnya pada Jum’at, tepatnya pada malam harinya, proyek gorong-gorong sudah terpasang dengan baik dan lanjut pengecoran yang sementara satu sisi jalan.

Efeknya, jalan Kedung Mangu Timur ditutup total demi hasil pengecoran jalan yang baik. Sore harinya, anak-anak memanfaatkan momen di jalan Kedung Mangu tersebut untuk sekedar bermain sepak bola ringan.

Bagaimana tidak, biasanya jalan yang selalu ramai dan berlalu lalang kendaraan tiba-tiba kosong plong. Hal ini menjadi hal menarik bagi sejumlah anak warga setempat memanfaatkan jalan raya yang sepi tersebut.

Penulis menjumpai dan menghampiri sejumlah anak bermain sepak bola tepatnya di Kedung Mangu Timur di depan toko Sakinah. 

Terlihat mereka asyik bermain, ada yang menggunakan alas kaki dan sebagian tidak. Walau sekilas terlihat tidak bahaya, namun karena proyek belum sepenuhnya selesai, beresiko jika tidak menggunakan alas kaki. Dikhawatirkan ada batu kerikil dan sebagainya.

Tidak ada hal bahaya secara signifikan, tetapi penulis menyarankan penting menggunakan alas kaki demi alasan keamanan (savety).

Sebelumnya, warga telah mendapatkan kabar maupun informasi dari aparat setempat bahwa akan ada proyek jalan berupa pekerjaan pembangunan saluran U-Dicth di jalan Kedung Mangu Timur mulai dari 16 Juli sampai 21 September 2026.

“Diinfokan bahwasannya akan ada penggalian gorong-gorong di tengah jalan, jalan Kedung Mangu Timur ke arah barat Jl. Kedung Mangu. 
Dimulai pekerjaannya nanti malam jam 9 malam sampai pagi jam 5. Pekerjaan dimulai hari ini 16 juli 2026 sampai tgl 30 september 2026. Oleh karena itu jalan menuju arah Kedung Mangu ditutup total pada malam hari. Demikian ini info yang saya dapat dari kelurahan atas perhatiannya terima kasih,” pesan ketua RT 11.

Para pengendara memaklumi penutupan sementara jalan tersebut dan memilih alternatif jalan seperti Kedung Mangu Timur I dan sekitarnya. Kondisi jalan ditutup total di jam malam sampai jam pagi. Penulis berharap proyek berjalan dengan baik dan merasakan manfaat dari infrastruktur yang nyaman dan terhindar dari banjir.

Nonton Film Berjudul Children of Heaven di BGJ Surabaya

Film Berjudul Children of Heaven
Momen siswa-siswi, ortu, dan guru pendamping sebelum nobar film berjudul Children of Heaven di BGJ Surabaya.

Pada awal tanggal 8 Juni 2026, penulis mendapati pengalaman nonton film berjudul Children of Heaven di BGJ Surabaya, Senin (8/6/2026). 
Kegiatan ini juga diramaikan oleh sejumlah siswa-siswi sekolah kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, mengingat tontonan ini bagian dari eduliterasi yang bermanfaat.


Film yang berjudul Children of Heaven disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan menarik perhatian semua pengunjung, mengingat isi film mengandung unsur kesabaran dan perjuangan dalam keadaan apapun. 

Dalam cerita, di pertontonkan sebuah keluarga yang hidup dalam keadaan kesusahan seperti terlilit hutang, sandal adik yang hilang, Ibunya sakit-sakitan, hingga dikejar debt collector karena belum bisa membayar sewa rumah.

Sementara itu dua anak bersaudara yaitu Ali dan Zahra, adiknya keduanya merupakan siswa yang semangat belajar di bangku SD (Sekolah Dasar).

Latar film ada di pedesaan. Adanya sungai, menjadi salah satu suasana yang identik dengan latar tersebut.


Suatu hari, Ali menjahit sepatu adiknya yang  rusak. Mampir ditoko kemudian sepatunya hilang. Akhirnya, mereka ke sekolah memakai sepasang sepatu secara bergantian agar tidak dihukum di sekolahnya mereka.

Kemudian saat bersekolah, adiknya melewati sungai dan ketika tiba-tiba sepatu kakaknya tersebut tercebur ke sungai akibat sepatunya yang kebesaran. Ia pun merasa sedih karena sepatu tersebut kebesaran dan seharusnya ia memakai sepatu miliknya yang dihilangkan kakaknya tersebut.

Akibatnya, ia harus sering telat dan dimarahi gurunya di sekolah. 
Untungnya, dalam akademik Ali cukup berprestasi, bisa dilihat ketika dia diberi soal di papan dia bisa menjawab dengan benar.

Ali dan adiknya itu diberi pesan oleh ayahnya agar harus kuat seperti mental baja. Jangan seperti tempe yang perlu diinjak-injak baru kuat dan semangat.

"Kita harus kuat! Miliki mental seperti mental baja, jangan seperti tempe yang perlu diinjak-injak baru kuat dan semangat!" pesannya.

Ceritanya pun berlanjut dimana seorang ayah dan anaknya mencoba peruntungan lewat jasa menjaga dan merawat tanaman. Bahkan menawarkan jasa melalui door to door dengan penuh semangat.

Mula-mula, di kasih sepeda dari pengurus masjid untuk melanjutkan tanaman hias.

Suatu ketika, ada seorang kaya raya butuh jasa tukang kebun karena yang biasa bertugas sedang puluang kampung. Anaknya pun berteman dengan Ali. Sejak itu mereka bekerja disana dengan pendapatan yang cukup memuaskan.


Walau demikian, ada saja godaan yang menghampiri mereka seperti kecelakaan dan sebagainya. Benar-benar menggambarkan perjuangan hidup yang disertai dengan rasa syukur dan sabar.