Menaiki dan camp di di atas gunung menjadi pengalaman baru bagi saya yang tidak mudah dilupakan. Pasalnya, banyak cerita yang mungkin tidak bisa semua dibagkan melalui blog tangteks ini.
Pada kesempatan ini, penulis ingin menceritakan sekelumit cerita maupun pengalaman mendaki gunung untuk pertama kalinya Begini Rasanya Naik Gunung Bagi Pemula benar-benar unforgettable.
Sejumlah rekan, memberikan apresiasi terhadap saya karena langsung mendaki gunung dengan 1.746 MDPL gunung Bokong. Selain itu, menurut sebagian orang, ketinggian itu tidak cukup recommended dilalui terkhusus bagi pendaki pemula.
Disarankan untuk menggapai gunung dengan ketinggian yang lebih rendah di bawah 1.500 MDPL. Apa ada gunung dengan ketinggian di bawah 1.500 MDPL?
Namun apa daya, penulis telah melaluinya dengan cukup baik tanpa ada rintangan yang begitu berarti. Untuk itu, saya mempunyai segudang cerita saya alami mulai dari keberangkatan hingga kepulangan balik ke kota Surabaya tercinta.
Perspektif bagi pendaki yang berpengalaman, menjadi nilai recommended jika mendaki gunung pada malam hari. Hal tersebut karena sejumlah alasan. Yuk, lanjut ceritanya begini rasanya naik gunung bagi pemula, seru tidak?
Sampai di lokasi pada malam hari dan menyibukkan diri memasangkan tenda, makan, dan lanjut istirahat. Paginya, bisa langsung melihat sunrise dengan sejuta keindahan alam yang menakjubkan.
Sebagian pengalaman saat mendaki gunung Bokong, penulis merasakan sensasi yang mengarah pada tantangan. Jujurly, ada kekhawatiran, bisakah sampai tujuan dengan mudah ataukah sebaliknya.
Bagi penulis, mendaki gunung Bokong pada malam hari itu membutuhkan ekstra perjuangan. Disamping hawanya yang dingin, langkah kaki yang menanjak itu membuat nafas terengah-engah apalagi pendaki pemula seperti saya ini.
Penulis berfikir, pembiasaan mendaki akan menciptakan pendakian yang jauh lebih ringan dari sebelumnya.
Ditengah pendakian, sudah mulai menikmati citylight yang menakjubkan. Sampai dilokasi pun citylight masih menarik hati bagi penulis secara pribadi. Usai mendirikan tenda dan makan malam badan butuh istirahat cukup untuk memulihkan stamina untuk melanjutkan kegiatan keesokan harinya.
Hal yang menjadi pembelajaran adalah kekompakan tim untuk saling bahu membahu menuntaskan tantangan yang ada. Baru keesokan harinya itu, tiba bagi kami untuk menikmati pemandangan alam yang begitu indah.
Pagi awal, pengunjung gunung Bokong mulai kemeriek dengan suara-suaranya menikmati pemandangan dan memulai kegiatan pagi. Banyak pengunjung yang masak, sarapan, ngobrol bersama rekan, hingga berfoto ria dengan latar pemandangan gunung yang indah.
Selesai agenda itu, dilanjutkan berfoto bersama dan lanjut turun persiapan pulang.
Rupanya, effort tidak berhenti. Butuh stamina dan menjaga keseimbangan badan saat turun gunung Bokong. Debu yang berseliweran menjadi salah satu kendala bagi penulis. Namun tidak menyurutkan semangat untuk sampai ke bawah dan menuju pulang.
Penulis pribadi, ingin mengucapkan terimakasih kepada pak Yuli dan rekan lainnya karena tanpa kebaikan kalian itu, saya tidak mendapatkan pengalaman yang unforgettable ini.
Bagi Anda yang minat untuk mendaki dengan fasilitas camp, baik personal maupun kelompok, bisa menghubungi pak Yuli melaui program Family fun camp di nomor O8533XX27858 (WA only).

