Cerita Menghadiri Haul Pondok Kedinding Surabaya

Haul Pondok Kedinding Surabaya 2026
Momen Menghadiri Haul Pondok Kedinding Surabaya, Sabtu (24/1/2026). Penulis mendapati duduk di Jalan Dukuh Bulak Banteng.

Kegiatan haul akbar Al Fitrah 2026 Surabaya menjadi salah satu pengalaman pertama yang memberi kesan khusu' dalam kebersamaan di pondok Kedinding Surabaya yang diselenggarakan pada hari Sabtu sore (24/1/2026).  

Rencana menghadiri haul Pondok Kedinding

Awalnya, untuk sekedar menghadiri kegiatan tahunan tersebut, timbul rasa kekhawatiran karena cuaca misalnya datang hujan secara tiba-tiba. Kala itu merupakan musim hujan ekstrim dan menjadi cuaca sangat tidak menentu. 

Pada akhirnya, timbul tekad untuk menghadiri haul tersebut dengan memakai baju warna putih seperti jama’ah lainnya. Usut punya usut, walau tanpa adanya sepanduk di pinggir jalan, info kegiatan tersebut mudah diketahui mengingat lokasi pondok berdekatan dengan kediaman si penulis.

Pada kegiatan yang dikhususkan kali ini nampak memberi kesan kebersamaan sebab dengan jamaah yang ratusan ribu itu, puji syukur Alhamdulillah, berjalan dengan penuh khidmat dan cuaca pun mendukung.

Acara Haul dan Maulidurrasul Pondok Kedinding Surabaya

Acara dikemas dalam bentuk Maulidurrasul dan haul akbar di pondok pesantren Assalafi Al Fitrah Kedinding Lor 99 Surabaya diselenggarakan selama 2 hari, mulai dari tanggal 24 sampai 25 Januari 2026 atau jika dalam bulan hijriahnya 6 Sya'ban 1447 h.

Melansir dari laman fb update surabaya terkini, pihak panitia menyampaikan selain kegiatan utama (yang disebutkan/Pen) juga sarana mempererat ukhuah islamiyah. 

Adapun do'a yang dipanjatkan diantaranya untuk keselamatan bangsa, kedamaian dunia, serta memperkuat akhlaqul karimah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Uniknya, di sejumlah titik yang berdekatan, panita menyediakan layar lebar yang dikhususkan bagi jamaah yang jauh dari halaman pondok misalnya di jalan Kedinding, Dukuh Bulak Banteng, Pogot, Platuk, dan hampir semua gang dekat pondok ditutup dan menjadi tempat duduk bagi para jamaah.

Kegiatan haul pun dikenal dengan kegiatan yang dihadiri jamaah lintas daerah dan negara dan menjadi pertemuan spiritual berskala global.

Rangkaian acara haul Pondok Kedinding Surabaya

Adapun rangkaian acara meliputi pembacaan shalawat, dzikir, qur'an khatmil qur'an, dzikir, dan do'a. Sementara itu, lanjut pada pagi harinya yaitu pembacaan dzikir, pembacaan manaqib, maulid, muidhoh hasanah, dan ditutup dengan do'a bersama.

Tips agar mendapatkan shaf di sekitar pondok, mempersiapkan jauh-jauh waktu sebelum kegiatan berlangsung. Akan sulit jika datang menjelang acara alias dadakan, yang ada akan distop panita karena menghindari susana berdesakan.

Lingkungan Terjaga, Jiwa Menjadi Tenang

Lingkungan Terjaga, Jiwa Menjadi Tenang
Lingkungan yang bersih dan terjaga bisa menjadi penyebab jiwa menjadi tenang.

Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan merupakan suatu keharusan bagi setiap insan yang bertaqwa. Menjaga lingkungan bukan hanya sekedar mematuhi aturan belaka namun cerminan iman bagi setiap diri orang mukmin seperti disebutkan dalam sebuah hadist الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ yang artinya, Bersuci itu sebagian dari keimanan.” [HR. Muslim].

Menjaga lingkungan sama halnya menjaga diri dari lingkungan yang rusak dan kotor, menjaga kesucian, kesehatan, dan bahkan jiwa. 


Kondisi suatu lingkungan yang terjaga berdampak pada hal positif baik kaitannya dengan spiritual maupun psikologis. Dalam agama Islam, tidak dipisahkan antara ibadah dengan tanggung jawab sosial dan ekologis.

Selain itu, menjaga lingkungan bukan hanya urusan fisik maupun sosial, tetapi juga bagian dari penghayatan iman dan juga ketenangan batin.
Bagi orang yang terbiasa hidup di lingkungan bersih, kemudian berada di lingkungan kotor maka pasti akan merasa risih dan tidak nyaman.
 
Sementara bagi yang terbiasa hidup di lingkungan yang kotor dan mula-mula berada di lingkungan bersih maka pasti akan terasa nyaman. 

Kekacauan pikiran sering disebabkan oleh lingkungan yang tidak terjaga. 
Hidup di lingkungan yang kotor bisa menjadi pemicu rasa cemas dan bahkan stres. Sebaliknya, lingkungan yang bersih, tertata, dan hijau memberikan efek menenangkan, meningkatkan mood, hingga mampu memperbaiki kemampuan konsentrasi.

Mari kita ingat, sedari kita bersekolah, kita sudah diajarkan oleh guru-guru kita untuk menjaga lingkungan seperti menyapu halaman rumah, menyiram tanaman, dan membuang sampah pada tempatnya pun di sekolah, kita dibiasakan menjaga kebersihan kelas, halaman sekolah, dan bahkan ada program memilah sampah. 


Banyak sekolah-sekolah yang telah menjalankan program gerakan menabung dengan pilah sampah, baik sampah botol plastik maupun kertas yang sudah tidak digunakan. Sampah kemudian dikumpulkan di sekolah, ditimbang, dan selanjutnya oleh petugas di kelola melalui salah satu 3 sistem utama pengelolaan sampah yang disebut 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle.

Sungguh indah hidup di lingkungan yang bersih. Bumi harus kita jaga agar tetap lestari. Jangan sampai hutan dirusak tanpa ada pertanggungjawaban. Jangan sampai mengotori lingkungan dengan membuang sampah sembarangan. Pencemaran lingkungan hanya akan membuat lingkungan berbau, kotor, dan bahkan bencana. 

Allah SWT berfirman :

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ .

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya. Berdo'alah kepadaNya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah itu amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al A’raf 7:56)

Berdasarkan ayat al qur’an, yang disebutkan di atas, secara jelas Allah melarang segala bentuk perusakan lingkungan. Limbah yang dibiarkan begitu saja, hanya akan merusak lingkungan dan bahkan menjadi pemicu bencana besar seperti banjir yang pernah terjadi di Sumatera pada awal tahun 2026. Kerugiannya, tidak hanya sekedar rumah, kendaraan, dan peternakan bahkan nyawa pun terhanyut oleh derasnya bencana banjir.

Sebagai penutup, Lingkungan Terjaga, Jiwa Menjadi Tenang mari kita menjaga lingkungan agar tetap lestari dan anak-anak karena dengan lingkungan yang terjaga, maka jiwa kita menjadi tenang.