Inikah yang Dinamakan Bakar Pohon Hidup-Hidup?

Inikah yang dinamakan bakar pohon hidup-hidup
Inikah yang dinamakan bakar pohon hidup-hidup?

Pada kesempatan kali ini penulis ingin menceritakan tentang sebuah momen atau kejadian yang ada di pinggir jalan. Ungkapan “Inikah yang dinamakan bakar pohon hidup-hidup?” seperti mengandung makna yang melebih-lebihkan (hiperbola). 

Dalam konteks sains, pohon merupakan makhluk hidup. Tetapi mengambil sebagian anggota pohon bukanlah sesuatu yang fatal. Misalnya memetik daun dan memotong ranting pohon.

Berbeda dengan manusia, jika ada bagian tubuh dipotong misalnya telinganya dipotong maka betapa berjeritnya manusia itu akan kesakitan yang ia rasakan. Dalam hal ini, mari membayangkan sewajarnya.

Pada kesempatan kali ini, penulis menceritakan sebuah pengalaman yang terbesit di dalam pikiran sontak memberi reflek pertanyaan, “Inikah yang dinamakan bakar pohon hidup-hidup?”

Apa yang penulis lihat cukup menyedihkan sekaligus mengkhawatirkan karena ada sebuah pohon yang di bawahnya terdapat bekas bakar yang menghitam pekat. Saya mengira ini bukan kejadian tiba-tiba, melainkan indikasi kejadian yang disengaja untuk dibakar.


Pelajaran yang pernah saya petik adalah kita sebagai insan yang baik harus saling menyayangi tidak hanya kepada sesama, tetapi juga kepada tumbuhan. Pun menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan bahaya (danger).

Dengan kejadian saya melihat pohon yang lumayan besar terbakar lengkap dengan daunnya, sontak ingin memberi respon. Penulis menduga ada beberapa kemungkinan kenapa hal tersebut terjadi? Yang pertama adalah ada seseorang atau pun warga yang menghendaki bahwa pohon itu harus segera dimusnahkan. Cara ini supaya pohon mati secara perlahan-lahan.

Kedua, ada faktor ketidaksengajaan. Faktor ini sangat dimungkinkan karena di pinggir jalan terkadang ada sampah yang mestinya dibersihkan dan salah satu caranya adalah dengan membakar sampah.

Pada kesempatan kali ini, penulis ingin memberi atensi. Kita sebaiknya saling menjaga lingkungan agar tetap bersih. Sikap membakar pohon mungkin masih diperbolehkan tetapi harus dituntaskan hingga pohon tersebut roboh dan dilakukan penanganan yang semestinya.

Jika kejadian ini disebabkan indikasi ketidaksengajaan, maka tentu menjadi atensi bersama karena jika dibiarkan begitu saja, maka lama-lama bisa tumbang dan mengenai orang-orang atau pun pengendara yang melalui di jalan tersebut. 


Seandainya pohon tersebut ada indikasi akan roboh maka penulis juga akan berinisiatif untuk melakukan penanganan dengan meminta bantuan warga sekitar atau call pol pp agar supaya tidak membahayakan orang-orang yang melalui jalan maupun pengendara yang melalui jalan melalui jalan tersebut.

Iseng Bikin Agar-Agar, Hasilnya Begini

Iseng Bikin Agar-Agar, Hasilnya Begini
Bikin agar-agar ala saya, Ahad (17/8)

Iseng bikin agar-agar, penulis mendapatkan pengalaman berharga. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada hari Ahad (16/8/2026), saya bikin agar-agar setelah pengalaman eksperimen pertama yaitu bikin mi instan. 

Percobaan kali ini, menambah referensi bikin makanan ringan. Bagi penulis, cara bikin agar-agar terbilang mudah. Awalnya berasa sulit, namun terfikirkan setiap snack maupun makanan dalam kemasan yang perlu diolah, pasti ada tulisannya atau pun cara memasaknya.


Sama halnya dengan agar-agar ini, penulis sengaja membeli agar-agar yang masih dalam kemasan di toko Sakinah. Jumlahnya sebanyak tiga bungkus kemudian lanjut memasaknya ala saya. Awalnya sempat merasa bingung cara bikinnya, tapi pernah melihat orang memasak itu rasanya gampang? 

Adapun takaran yang  saya praktikkan tidak terlalu pasti, hanya mengira-ngira saja. Namun sesuai instruksi yang ada pada kemasan, kemudian menambahkan gula sesuai selera untuk mendapatkan sajian sesuai harapan. 

Dijelaskan dalam kemasan itu, kita harus menuangkan isi bungkus yang bentuknya serbuk itu. Kemudian menambahkan air putih kemudian lanjut dimasak. Nah, sambil di masak itu harus sambil diaduk-aduk hingga terebus dengan sempurna.


Ada cerita pada momen kali ini, karena memasak ini baru pertama kali, saya kecolongan sampai airnya meluap hingga membasahi kompor. 
Reflek pun timbul dengan mematikan kompor itu dengan segera kemudian kemudian menghidupkannya lagi setelah berhenti meluap.

Jujurly, kejadian itu sangat penting untuk pengalaman saya sehingga di kemudian hari tidak ada kesalahan lagi yang serupa.

Ketika dirasa mendidih dengan baik, akhirnya saya diamkan sejenak kemudian menuangkannya kedalam talam dan baskom yang sudah saya siapkan sebelumnya. Kemudian didiamkan sebentar dan lanjut ditaruh di kulkas. Selang beberapa waktu saya ambil daya potong-potong dan siap untuk dinikmati.

Alhasil, penulis bisa mempersembahkan agar-agar yang berwarna bening itu. Iseng Bikin Agar-Agar, Hasilnya Begini timbul rasa senang bikin agar agar ini apa lagi rasanya enak dan tidak mengecewakan. Saya berharap ini menjadi pengalaman yang baik dan kedepannya bisa bikin agar-agar yang lebih enak lagi dengan variasi yang lebih unik lagi.