Infrastruksur di Kali Tebu Surabaya

proyek di Kali Tebu Surabaya
Proyek infrastruksur di jalan Kali Tebu masih dalam tahap pengerjaan, Sabtu (30/5/2026)

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan program pelebaran jalan di sejumlah titik di Surabaya. Akhir-akhir ini dilakukan pelebaran jalan di sisi Kali Tebu guna mobilitas warga, khususnya kawasan Bulak Banteng, Dukuh Bulak Banteng, dan sekitarnya. 


Sebelumnya, telah viral kawasan tersebut sebagai salah satu tempat yang dinilai kurang ramah lingkungan seperti adanya sampah menumpuk, kali yang dipenuhi sampah, hingga kurangnya kesadaran (sebagian/pen) masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya.

Tempat sampah rumah tangga sebaiknya dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang resmi dengan ciri diangkut oleh petugas menggunakan truk sampah. Apabila sampah rumah tangga berukuran sangat besar maka dibuang ke TPA Benowo namun sesuai perizinan yang berlaku.
  
Melihat kondisi kawasan Bulak Banteng memprihatinkan itu, Pemkot Surabaya memberikan tindakan nyata untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada. Akhirnya, dilakukannya penertiban pembersihan sampah secara menyeluruh di kawasan tersebut.


Tak hanya itu, yang paling penting Pemkot Surabaya melakukan pelebaran jalan yang secara implisit diharapkan segenap warga pada umumnya mengingat menjadi salah satu titik yang rentan macet.

Awalnya, jalan Kali Tebu beraspal sebagian sementara sebagian lainnya berupa gundukan tanah. Kondisi ini dimanfaatkan sebagian warga untuk menempatkan barang-barang dagangan mereka. Hal tersebut menjadi riskan untuk warga mendapatkan akses jalan yang lebih lebar lagi dan ini terjadi puluhan tahun.

Melalui program pemerintah bersama dinas terkait, menjadikannya sisi jalan Kali Tebu menjadi semakin lebar lagi. Kini, kondisi masih dalam pengerjaan menuju finishing, Sabtu (30/5/2026).

Pelebaran jalan juga dilengkapi dengan pengaspalan yang cukup panjang dan mulus. Kabarnya lagi, jalan tersebut akan dilengkapi dengan penerangan, pembatas dan juga markah jalan.

Penulis yang sebagai salah satu warga, tentu merasa senang dan gembira dengan program menuju Infrastruktur di Kali Tebu tersebut. Semoga pekerjaan cepat selesai sehingga infrastruktur di kawasan Bulak Banteng dan sekitarnya lebih maju lagi. Masyarakat bisa melalui jalan tersebut dengan kondisi yang lebih tertata, tertib dan nyaman untuk dilalui.

Berita dimulainya proyek pelebaran jalan sampai berakhirnya nanti, mari kita saling peduli dan menjaga lingkungan dengan baik dengan cara tertib berlalu lintas dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Surabaya Vaganza 2026 Jadi Magnet Wisata

Surabaya Vaganza 2026
Surabaya Vaganza 2026 Jadi Magnet Wisata Malam, Sabtu (16/5/2026)

Momen Surabaya Vaganza menjadi salah satu yang spekta dalam gelaran Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-733 tahun 2026 ini.

Surabaya Vaganza 2026 yang berlangsung di Surabaya pusat tersebut menjadi magnet wisata bagi wisatawan pada malam hari yang bertemakan Festival of lights: Garden of hope, Sabtu malam (20/5/2026).


Para wisatawan memenuhi pinggir jalan rute yang ditentukan mulai dari Tugu Pahlawan menuju ke Jalan Tunjungan lanjut ke Siola, Gedung Grahadi, Alun-Alun Balai Pemuda, dan selesai di Bambu Runcing. 
Sementara itu, ada juga sebagian mulai dari Siola dan berakhir di Alun-Alun Surabaya.

Surabaya Vaganza 2026 Jadi Magnet Wisata

Pengunjung bisa menyaksikan sejumlah tampilan berupa dari drumband, cheerleader, wushu, fire dance, pawai mobil jadul, dan lain-lain. Berdasarkan sejumlah sumber, peserta berasal dari sejumlah instansi siap menyemarakkan gelaran tahunan tersebut. 

Tahun 2026 ini pesertanya berasal dari Dinas Damkar, Kebun Binatang Surabaya, Pakuwon Group, Jamsostek, Jepaplokan Dimar Dance Theater, Bara Fire Dance, Cak Ning X OMG, Sasana Wushu Lima Naga, dan lainnya.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 18.00 sampai 21.00 WIB. Meski durasi tidak terlalu lama, namun memberi kesan spektakuler sebab sejak sore awal, rute mulai dipadati pengunjung untuk sekedar melihat parade tersebut.


Pengalaman Berwisata Momen Surabaya Vaganza 2026

Bagi penulis, inilah kali pertama berkunjung. Ada cerita dan dinamika saat akan sampai di lokasi. Melalui jalan Prof. D.R. Moestopo, suasana antri mulai terasa bahkan hampir macet total tepatnya di seberang Monkasel. Mau membatalkan berkunjung, tapi sudah hampir sampai. Istilahnya, maju kena mundur kena.

Saran orang mungkin perlu dipertimbangkan, ada baiknya berangkat awal pada momen Surabaya Vaganza dari pada kena macet. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran, karena lingkup wisatawan tidak hanya Surabaya saja, melainkan sak Jawa timur raya. 

Uniknya, pengunjung tertib. Mereka yang ada di pinggiran jalan rute dengan tertib menyaksikan gelaran bahkan sampai lesehan menggunakan alas dari PKL harga Rp.5.000an.

Kemeriahan sangat terasa saat peserta parade melalui rute dan menyapa segenap pengunjung dengan melambaikan tangan dan senyum penuh sapa. Pengunjung dari kalangan anak-anak disapa hingga bersalaman untuk memberi semangat para peserta. 

Momen Surabaya Vaganza 2026 membuat penulis ingin menyaksikan kembali momen Surabaya Vaganza di tahun-tahun selanjutnya. Penulis juga sangat apresiasi sejumlah kendaraan berukuran besar dengan bunga hias lengkap dengan cahaya artistiknya.